Sabtu, 06 November 2010

ecosoc right. ...ringkesane....

orang yang dilahirkan kedunia sebelum bisa apa apa harus terlebih dulu diberi pakaian agar tubuhnya hangat. lalu oleh ibunya diberi susu ibu sebelum pencernaannya kuat untuk bisa menerima nasi dst....lalu harus ada tempat berteduh walau digua gua, atau dari gubug dari ranting ranting pepohonan. lalu mulai dikenalkan bahasa atau diajarkan oleh ibunya bahasa ibunya, lalau diajarinya cara jalan, cara makan, cara mencari makanan..atau diajari mandiri untuk bisa bertahan dari serangan binatang buas.



dari hal yang sederhana ini kalau kita kembangkan menjadi yang lebih keren..maka inilah sebenarnya sesuatu yang harus dipenuhi negara dalam menjalankan pemerintahannya.pemerintah sekarang rupanya terjebak dalam situasi yang menyesatkan dikarenakan mikirin politik dan kekuasaan terus lupa akan tugas pemerintah yang sebenarnya....harusnya pemerintah bisa mengejawantahkan, mewujudkan cita cita negara seperti yang tertuang dalam pancasila dan UUD 45 tetapi dalam prakteknya pemerintah lalai bahkan bangga menindas rakyatnya....



untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ..maka tidak akan pernah lepas dari status gizi rakyatnya....selain kecukupan kalori,sesuai jenis pekerjaannya , tetapi balance dari segi nutrisinya. prosentase protein kurang lebih 20 %, 60% karbohidrat, 15% lemak, 5 % mineral dan serat inilah kebutuhan dasar orang agar bisa hidup sehat sekaligus bisa mikir yang berat gak mengantuk kalau diberi materi yang sulit sulit....



kalau pangan menjadi sumber utama segala proses...mengapa pemerintah gak berusaha keras agar makanan bisa dibeli dengan amat murah, bila perlu pemerintah bisa menyediakan lauk pauk gratis....kan lautan penuh dengan ikan, atau gratis sayuran..kalau serius pasti pemerintah bisa..asal mereka dalam kontrol pemerintah..jangan sampai ada yang kurang ajar dengan program ini lalu gak terima terus menyebar isu ini agentnya PKI..ini yang menyedihkan.kalau nasionalisasi berhasil terutama dalam hal pemenuhan hak dasar maka pasti semua rakyat akan senang dan bangga punya pemimpin seperti ini....jangan lagi ada pemimpin kalau gak di gong belum mau bergerak...apa perlu banyak kentongan titir bertalu talu agar pemimpinnya cepat bertindak mengambil kebijaksanaan? kan jadi memalukan nantinya....



orang bisa bergaul dengan orang lain karena komunikasi dan komunikasi paling efektif adalah menggunakan bahasa ibu..dalam sumpah pemuda ada istilah menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa indonesia tetapi jangan dilupakan bahasa daerah masing masing sebagai bahasa ibu yang menyimpan sejuta kearifan lokal, tradisi adat phylosorhy.dalam ilnu etnobotani..sebagai science kuno..mencoba menghubungkan ilmu kuno keranah yang ilmiah, logis sesuai akal sehat..sebagai kearifan lokal yang sangat luhur untuk dilestarikan..walau semula dianggap jelek tetapi ternya ilmu kuna itu mampu memberi makan pada anak bangsa..apakah dari kerajiann, kebiasaan malem jumat naruh kembang setaman, ngasih sesaji ...sebagai wujud tradisi melesatrikan tanaman, manggang kaki dan tangan sebelum ketemu bayi atau mau pergi jauh, bikin gelang dari jeringau dan bangle untuk tolak sawan, dam budaya budaya adiluhung lainnya seperti prinsip ketatanegaraan dalam pewayangan, gamelan, dsb...



makanya kalau dalam diskusi diskusi pemenuhan hak dasar kok gak disinggung budaya..ini sangat memprihatinkan..budaya adalah sumber pencerah atau pepadang...membuka jalan kegelapan keterang...apakah itu budaya berkesehatan maupun budaya dalam berpakaian, berbicara atau budaya dalam mmrnjalankan tugas kepemerintahan..kalau budaya sopan santun atau etika dalam menjalankan kepemerintahan gak ada maka yang timbul adalah kekacauan dan penyakit bahkan bencana....maka sekali lagi jangan lupakan budaya..budaya dari budhi..hasil olah laku...jadi punya daya.....



kemakmuran tidak bisa dicapai hanya melalui program program materialisme semata melainkan justru dimulai dari manusia yang berbudhi luhur yang tau akan tugs hidupnya dan menghormati serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.sebab dari sini kita tidak akan pernah melalaikan akan keadilan sosial..bicara program MDGI seharusnya dimulai dari bicara keadilan sosial, baru bicara hak ecosob..hak untuk dapat menikmati sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan budaya dengan gratis..kalau hati riang, semua senang, damai, adil adan beradab..maka gak ada lagi perselisihan..maka akan hadir secara tak disengaja kemakmuran itu sendiri.kalau hati padang terang gak gampang marah..kita akan senang berkarya dan bekerja sama membangun bangsa....indonesia.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda