Kamis, 04 Februari 2010

usada dalem/ husada alami sejati

Usada Dalem

[1b]   Ya Tuhan Semoga terhindar dari segala rintangan. Tanda- tanda kematian pada orang yang akan meninggal, ini Wariga Dalem , (bersumber) dari pengetahuan sejati, tersebut sejak semula dalam tubuh manusia terdapat kandungan alam semesta, sebab sumber penyakit senantiasa melekat, setelah Sanghyang Atma meninggalkan badan baru dia akan pergi. Dan lagi jika sudah merasakan dan memahami tanda-tanda (tentang) penyakit , itu hendaknya diketahui oleh manusia. Ini di antaranya ilmu tentang pengobatan. Inilah tanda-tanda tentang penyakit, di antaranya, jika nafas hampir meninggalkan raga, upas tahunan menyakiti, sarana, buah jeruk, gula, isinrong (rempah-rempah), dilumat, airnya diminum. Jika kukunya (tampak) kuning, krikan gangsa , (sumber) penyakitnya, sarana,
[2a]   air kencing bebek, kunyit warangan , di minum. Jika matanya kuning kemerah-merahan, upas dewek yang menyakiti, sarana, kulit mangga hijau, asam yang direbus, air bayam puring , diminum. Jika mata kukunya tampak kemerahan, upas Hyang yang menyakiti, sarana, akar paku nasi, adas, bawang yang dipanggang, diminum. Mata merah, seakan hendak keluar, senantiasa gelisah, pelipis mata bagai ditusuk, kuku (tampak) biru, racun yang menyebabkan, hendaknya diobati. Gigi goyah dan gatal, itu terkena racun warangan , dikumur dengan air hangat, menggigil kedinginan, dan batuk
[2b]   yang terus menerus, terkena raratus (campuran racun), sarana, daun kembang sepatu putih termasuk akar, daun dan kulitnya, diminum, dimantrai dengan mantra penawar, borehnya daun ketepeng, ditetesi boreh dahuti , kasisat putih, sari kuning, klembak, kasturi , teteskan, jika pergelangan tangannya terasa gemetar, itu terkena cetik (racun), teteskan, hendaknya diobati. Jika terkena cetik (racun) upasmat , sarana, cendana digosokkan pada dulang, tahi nylati (sari-sari tanah), kulit pohon bengkel , kulit pohon kendal , semua dipanggang tanpa dibalik, dilumatkan, air saringan airnya, diminum, mantra , ong hayu gumi, kewu hana janma manusa,(Ya dunia sejahtera, ada manusia, ada sinar dunia, ada sinar manusia, Bhatara ada manusia, mencari kesaktian, mantraku ampuh dan berhasil)
[3a]   teja bhumi hana teja manusa, bhatara hana manusa, amlaku kasakten, makasiddha siddhi mandi mantranku , Sakit melilit di dalam perut seperti lembam, itu terkena upas (racun), cepat diobati, jika masih melilit, sakitnya, itu terkena upas banten , sarana, buah pepaya muda dipanggang, arang dapur, ditutupi dengan asap dari dedak padi terhadap orang yang terkena sakit, upas kbo ingel yang menyakiti, tiada dapat berkata senantiasa diam, sarana, minyak arungan , sebiji bawang putih, padang lepas, mantra, ong bengkek (Ya cebol). Obat, terkena racun, sarana, daun -
[3b]   dadap, daun kemiri yang masih muda, buah tingkih , bawang, temu tis , diborehi. Lagi , sarana daun muda dadap tis (yang tidak berduri), santan, ketan gajih , adas, mantra, ong ctik tiwang galuga atal putih, ctik tiwang sawari putih, mantra saliwah putih, (Ya racun tiwang galuga, racun tiwang sawari putih, mantra saliwah putih), diminum. Cetik tiwang saliwah putih , mantranya seperti tersebut di atas. Lagi, sarana, kulit pohon pule , santan, ginten , sari , bawang putih dan jangu (jerangau), dilumatkan perasannya diminum, mantra, ong ctik tiwang galuga, ctik tiwang macan punah, ctik tiwang kbo putih punah, ctik bhuta ya punah, gseng sira gseng , campa tebah cabar (Ya racun tiwang galuga, racun tiwang macan punah, racun tiwang kebo putih punah, cetik Bhuta juga punah, bakar ia bakar, agar tidak berguna lagi). Obat, terkena upas Sanghyang, sarana, paya puwuh (peria yang buahnya kecil-kecil), kelapa, kunyit-
[4a]   warnanya kemerahan, adas, di lumat kemudian diminum, mantra, ong awuning karuyu kahla, amademi wong, wruh aku ring kamulanmu tka tawar, 3 x, awuning upas sanghyang, amademi wong, wruh aku ring kamulanku, tka tawar, 3x, siddhi mantranku (Ya abunya karuyu ditelan, mematikan manusia, aku tahu dari asalmu datang, jadilah tawar,3x, abunya racun Sanghyang, mematikan manusia, aku tahu dari asalku, jadilah tawar,3x, demikian pula abu racun kebo gule, kebo dungkul kule, ampuhlah mantraku). Obat, terkena racun, sarana, daun terung kuanji , air beras, bawang, pulasari, perasannya diminum. Lagi, sarana, lublub tingkih (kerikan pada tangkai pohon kemiri), air gosokan cendana, santan kane (parutan kelapa tanpa diisi air / santan kental), isinrong (rempah-rempah), majakane (sejenis buah maja), diminum. Lagi, sarana, akar pohon dadap, daun sembung, buah kelapa muda, diborehkan pada keseluruhan badan, gagambi-
[4b]   ran (rempah), perasannya diminum. Racun / upas rambat yang mematikan, panas menggelisahkan, sarana, tebu, air buah pinang, bakung, bawang putih , perasannya diminum. Obat, keluar nanah dan darah di berbagai tempat pada badan, sarana, inan kunyit warangan (kunyit yang sudah tua), kencur, lempuyang, lengkuas, daun jeruk yang disangrai , perasannya diminum, di campurkan sari lungid , jika hendak dimakan, kulit pohon cempaka dipanggang, dimantrai dengan mantra tuju (rematik). Obat, keluar nanah di berbagai tempat pada badan, sarana, daun tuju musna , sembung , lengkuas, sari lungid , santan, diminum. Obat keluar darah dari vagina, sarana, gamongan kedis (lempuyang yang umbinya kecil-kecil), air susu ibu, temu tis , labu pahit, air cuka, diminum. Obat, mengeluarkan darah
[5a]   kotor, sarana, jeruk purut, diminumkan. Obat, anak yang mengeluarkan darah, sarana, toktokan nyuh sari (kulit akar kelapa hijau), pulasari, diminum. Obat, mengeluarkan darah, sarana, lunak tanek (asam rebusan), palit uyah (garam yang mengkristal), santan kane (perasan kelapa diparut tanpa air/ santan kental), gula, diminum. Obat, pendarahan, sarana, isinrong (rempah), kapur, madu, kayu manis, kulit pohon asoka, perasannya diminum. Obat, pendarahan, sarana, merica, daun uyah-uyah, pule , asam tahun (asam yang diawetkan), bawang, adas, perasannya diminum. Lagi, sarana, pangkal daun andong yang berwarna keputihan, adas, diminumkan. Lagi, sarana, jika banyak mengeluarkan darah dan tidak putus-putusnya, maka sarananya, jantung buah pisang warangan (yang kemerahan) seibujari pan -
[5b]   jangnya, dirajah, jika dipetik, kemudian dimakan, sembuh karenanya. Obat, mengeluarkan darah segar dan sejenisnya, sarana, daun pulet , akar sidaguri , sarilungid , majakane , majakeling , tanjung raab , arang dapur, perasannya diminum. Obat, tuju raja bengang, keluar nanah dan darah di mana-mana, sarana, kulit pohon jambu kalampwak putih, lengkuas, cendana, sari kembang sepatu, majakane , diminum. Lagi, sarana, kulit pohon karesek , kulit pohon kalepu , sembung benda , semua diremas isinya, ginten , dikunyah, perasannya diminum. Obat, pendarahan kritis, dan rasa, sarana, akar kelapa merah ( nyuh udang), pohon jarak merah, merica, 9, butir, sari padi, ketum-
[6a]   bar, beras merah, diaduk (dicampur). Lagi, sarana, daun antawas , ginten , dresan, sari padi, diborehkan. Obat, anyang-anyangan (sebentar-sebentar kencing), sarana, daun uyah-uyah , 21 lembar, daun bayam luhur , 21 lembar, daun kaliki , dipanggang, daun pule , 21 lembar, perasannya diminum. Lagi, sarana, lengkuas kapur, kemiri, rempah-rempah ( isinrong ), diminum, ampasnya dilulurkan, sembuh akibatnya. Obat, beser (kencing tanpa mengenal waktu : mimpi basah), sarana, kambo-kambo , kunyit, dilulurkan pada sekitar bawah pusar. Lagi, sarana, kunyit, madu, takarannya sama, diminum, dilulurkan juga dapat. Lagi, sarana, lempuyang, 7, iris, merica, 7, butir
[6b]   uku-uku (lampes , ruku-ruku ) , air hangat, diminum. Obat, karangan, sarana, daun kelapa, daun unhusilit , sampai pada daunnya, daun raja tangi , limau bali , airnya , diminum. Obat , badan kurus, mengeluarkan darah, sarana, kulit pohon dadap tis , dan kerikannya, merica, 1, air aron-aron (air kukusan nasi), diminum. Obat, kurus kepala pusing, sarana, panggaga , tebu, katimaya, tain we (kotoran yang mengendap di dasar sungai berwarna kuning), air, mantra, ong kita upas baruwang, ki ingunduraken, dening katimaya, apan panangkanta saking nusa kling, undur ta salutapa lunga sanutangin (Ya engkau racun baruwang, Ki mengundurkannya, oleh katinaya, karena asalmu dari Nusa Kling, mundurlah Salutapa, pergi mengikuti angin). Diminum. Obat, kurus lesu, sarana, cabang kayu jok , direndam, dengan
[7a]   air lengkuas, diminum. Obat tuju bok dan bengang , sarana, lampeni putih, lengkap dengan kulit dan akarnya, kelapa di bakar, bawang di peps, adas, mantra, ong bolaning wong, bol mengkem, naneh mnong, pramana mantram, 3x (Ya duburnya manusia, dubur sembunyi, dan diam, mantra pramana,3x). Obat berak nanah, kulit pohon tui bang, ligundi, kusambi, ampo, air hangat, diminum. Obat mencret, sarana, rendaman injin (ketan hitam), adas, diminum. Lagi, sarana, kulit pohon tui bang , sari gula, dipanggang jangan dibalik, minum. Obat, loyo, sarana, pucuk simbukan, bangle , 3, irisan, ginten hitam, diminum, Obat, mien (dysentery), sarana, gu-
[7b]   -la, kelapa, segenggam beras, dimakan, lagi, sarana, yeh bayu (air saringan) , diminum, mantra, ong barah mintar, banu mintar, banu saking sagara, tka sirep banu agung, siddhi mantranku (Ya barah pergi, air pergi, air dari laut, datang tidurlah air besar, ampuh mantraku). Obat, mengeluarkan darah dan nanah, sarana, akar gantung pohon beringin, tebu hitam, santan , gula, diminum, mantra, ong pjen angamuk sakwehing lara ring jro wtong, padha ngamuk puput dening hyang taya, wars, 3x (Ya sembelit mengamuk segala sakit di dalam perut, pada mengamuk diselesaikan oleh Hyang Taya, sembuh,3x). Obat mencret mengeluarkan darah dan nanah, lama tidak sembuh, sarana, kulit buah delima, cincang seperti samsam , disangrai hingga matang, setelah disangrai sampai matang, dicampur dan diaduk-aduk, dengan air hangat, kemudian lulurkan
[8a]   sampai pada pinggang. Obat batuk muntah darah, sarana, daun susukup , daun tapakliman , perasannya di minum. Obat batuk kronis ,bercampur darah dan nanah, sarana, akar pohon kendal, daun kasiden (pohon sampat-sampat), daun pohon waru, gula, ginten , kulabet, temu , asam yang baru dikelupas, airnya diminum. Obat bengkak di mana-mana, bungah mambahang , mokan leplep , namanya, sarana, kulit pohon juwet, kulit pohon kusambi, sarin tanah, dicampur dan dilumatkan, dilulurkan. Obat, bengkak dalam perut, suara keluar serak, sarana, lengkuas, kapur, kulit pohon buu , beras merah, 21, butir, duri wrak , dilulurkan.
[8b]   Obat, bengkak ( mokan leplep ), sarana, pohon juwet lengkap dengan akan dan kulitnya, kalepu lengkap dengan akar dan kulitnya, kayu sangka , kunyit warangan , lengkuas kapur, sari podi, dilulurkan pada pinggang, ketumbar, kemiri, bawang merah bawang putih dan jerangan, kulit pohon kusambi, dipanggang jangan dibalik, dilulurkan. Obat , mokan ring jro, mokan nanu , namanya, sarana, akar ptingan , akar atas pohon beringin, uyah-uyah bercabang, daun tuju musna , perasannya diminum. Obat, mokan beseh mangrekurek , mokan kakipi , namanya, sarana, temu tis yang sudah tua, ketumbar, tanjung raab , sarana, bawang merah bawang putih dan jerangan / trikatuka , sari podi , diminum, disemburkan
[9a]   Obat, bengkak dalam perut, batuk-batuk, keluar nanah, sarana, kunyit warangan , duri jeruk nipis, sebagai obat, diminum. Obat, bengkak dalam perut, keluar nanah, sarana kunyit warangan , kulit pohon pule , kayu batu, maswi, tumukus , 3, ketumbar, minyak kelapa, diminum, disemburkan dengan daun kemiri muda, cendana, pohon kembang sepatu, maswi , kemiri. Obat, segala jenis bengkak, keluar darah dari mulut, hidung, mata, penis, vagina, dubur, sarana, daun kesuna (dasun ), cendana, tanah pada bekas tebangan kayu, ampo kulabet , gula, ginten hitam, santan,
[9b]   pohon kembang sepatu, perasannya diminum. Obat, perut, sakitnya bengkak di dalam, sarana, kapkap , ati lempuyang, lengkuas kapur, merica, beras yang utuh, disemburkan. Obat panas dingin (demam), sarana, lempuyang, minyak kelapa, dilumatkan kemudian dilulurkan. Lagi, sarana, jebuggarum , rendaman air ketan gajih , dilulurkan. Obat, badan panas, sarana, buah sirih, beras merah, dilulurkan. Obat, panas biasa, sarana, kelapa, adas, jeruk nipis, dilumatkan. Obat, demam, sarana, lengkuas, kemiri, bawang, adas, dilumatkan, diperas, panggang hasil pelumatannya.
[10a]   Obat, tidak mengeluarkan keringat, sarana, daun pohon pule , bawang merah bawang putih dan jerangan, santan kental, panggang, dilumatkan. Panas gelisah, sarana, papasan , padang lepas, asam rebusan, adas, panggang kemudian dilulurkan. Obat, gelisah kebingungan, seperti kepanasan, sarana, pule , bawang, adas, air jeruk nipis, diminum. Obat jampi agung (sariawan panas dalam), sakitnya membengkak atau kaku, pada perut terasa kaku, pada hulu hati terasa perih, dan nek, batuk tiada henti dan kering, sarana, akar kutat kedis , akar kelapa hijau yang masih muda, dikerik, dicampur dengan garam, bawang yang dipepes, kulit kerbau dicuci dan
[10b]   dibersihkan, dipanggang, diminum. Disemburkan pada perut, dan hulu hati, sarana, kulit pohon pule , kelapa yang dipanggang, temu tis , ketumbar, babolong . Obat, perut bengkak, dan kemerahan, sarana daun kemenir, semanggi gunung, kulit pohon pule , air ketan gajih , diminum. Obat, penyakit perut, sarana, gosokan air cendana, kemiri, bawang yang dipepes / panggang, diminum. Lagi, sarana, jebuggarum , cendana, ketan gajih , perasannya diminum. Obat, arak secukupnya, madu secukupnya, cuka secukupnya, dibiarkan sehari, yang sakit perut, sembuh karenanya. Obat, pemali (karena melanggar pantangan), sakit me-
[11a]   -lilit, pada perut, pada hati, tubuh seperti ditusuk, tiada kuasa menahannya, sarana, gosokan air cendana, kemiri, bawang yang di bakar, minum. Lagi, sarana, jebuggarum, trikatuka , dihaturkan pada telapak kaki (sandi) pada lumbung, menghadap ke timur laut, semburkan pada tempat sakit dengan merata. Lagi, sarana, daun kasiden, daun dadap yang sudah jatuh ke tanah, lengkuas, kunyit, kemiri, rempah-rempah lengkap ( isinrong jangkep), semburkan pada tempat yang sakit. Lagi, sarana, daun dadap yang sudah jatuh ke tanah, lempuyang, kunyit, kemiri, bawang, semburkan. Jika menusuk pada bagian punggung, dan pada dada, dan jika bernafas terasa sakit, lagi melilit, tiwang pamali pepasangan , namanya, sarana, kulit pohon pule , temu tis ,
[11b]   kemiri, kelapa di panggang, semburkan dan lulurkan. Jika masih terasa sakit, tiwang pamali kna moro, namanya, sarana, beras, cabai yang dipanggang, kesuna jangu, semburkan. Obat, pjen , sarana, cabang dadap yang muda, daun kembang sepatu putih, bawang yang di bakar, air beras, diminumkan. Obat, sarana, akar atas ( bangsing ) pohon beringin, daun siddhaguri , bawang, perasannya diminum. Obat, sakit pjen , daun sanggalangit , adas, minum. Lagi, sarana, daun ketepeng, adas. Obat, mencret darah, sarana, daun kapas segenggam, isi lengkuas yang paling tengah (ati), ati kencur, sepet-sepet .
[12a]   Obat, lulur segala penyakit tuju, sarana, daun kecubung kasyan, daun cempaka kuning, bangle , trikatuka , digerus. Obat, penyucian (panglukatan) terkena guna-guna, kulit pohon kasturi, tulang badak, cendana jenggi, air pada kayu berlubang (we tuli), rempah-rempah (isinrong), digerus sampai halus, cara membuatnya, tengah malam ditambahkan air, diteteskan pada hidung, dan diborehkan. Obat, darah keluar pada hidung, terus menerus, sarana, daun wadhara gunung, sari-sari kepiting berwarna kuning, air jeruk nipis, perasannya diminumkan. Obat, tuju mengeluarkan nanah (darah putih), dari vagina, penis, sarana, daun apa-apa, temu , ginten , sari lungid, perasannya di-
[12b]   -minum, yang satu diborehkan, bagian sarinya tidak diikutkan, di panggang terlebih dahulu. Obat, sakit perut, dan panas, sembung, pule , kelapa, semua di bakar, sari, pulasari, adas, telur ayam baru menetas, kuningnya telur, mantra, ong barah jampi, budeng kalingsih, tetemudan, yan barah jampi, budeng kalingsih antega guruning sabda, pupug punah, talu warsa (Ya barah jampi, budeng kalinggih, tetemudan, jika barah jampi, budeng kalingsih berguru pada suara, hancurkan dan punah). Obat bengkak yang sudah keluar sumber sakitnya (nanah, darah dll), sarana, kulit pohon kusambi, cendana, gula, santan, diminum. Obat, bengkak, sarana, daun simbukan, air hangat, lengkuas, kelapa, ginten ,
[13a]   sari, lungid (sari-sari kembang sepatu), semburkan, mantra, embah api embah , biyas, les kuliwes mampet, 3x (mengalir api mengalir, pasir tumpah tersumbat,3x). Obat sakit kencing tiada henti, sarana, daun nagasari, garam dapur, digerus, minum. Obat mengeluarkan darah, pada bagian tubuh, tuju buh putra, namanya, sarana, buah belimbing buluh lengkap dengan akar kulit dan daunnya, daun pohon manguhut, air kelapa muda (bungkak) kelapa hijau (mulung), campurannya, rempah-rempah, diminum. Obat ditusuk-tusuk, sarana, lengkuas, cendana, dikikir, bawang, beras putih, semburkan. Obat, akar pisang sabha, asam, santan kental, terasi merah, mantra, ong kaki komara siddhi, anjaluk tatamba macek angeres amu- (Ya Kaki Komara Sidhi, memohon obat kesedihan dan penderitaan, Kaki Komara Gana, mengobati semua penyakit, sembuh)
[13b]   les larati, buyanati, kaki komara gana, anamba dana lara waras. Lagi, sarana, daun lirang yang masih muda, air kunyit, kemiri jentung , cendana, semburkan. Obat, menusuk-tusuk pada punggung dan dada, sarana, temu tis , daun bawang, glam, semburkan. Obat, daging dan otot kaku, sarana, ndungu , adas, semburkan. Obat, gila suka makan, sarana, daun paiduh, sulasih hitam, mantra, ong, arah sipini, sarwwa, graha wini swaha (Ya arah sipini, segala yang diterima dapat menyembuhkan). Obat, gila suka makan siang malam, tiada pernah kenyang, sarana, jeruk nipis, dirajah sangka n paran, ditutuhkan. Obat, gila menari, sarana, daun mya -
[14a]   na hitam, sulasih, kundang kasih, ditutuhkan, sebanyak, 7, sembuh karenanya. Obat, gila berkidung, dan berkekawin lama-lama, menyebut nama dewa, sarana, wong / jamur warangas, tutuhkan. Obat, gila menyebut nama dewa, sarana, kelapa muda, adas, tutuhkan, diminumkan juga boleh. Obat, gila bertingkah laku, menangis siang malam, sarana, daun kelapa muda hijau, minumkan, ditutuhkan juga boleh. Obat, gila, sarana, lengkuas, kotoran kerbau hitam, lempuyang, ambil airnya, rajah tunggang mnong , mantra, ong bhatari durgga ingsun anjaluk atamba edan, sapatakang anglarani iku pun anu, pukulun aja walanghati, apan iku wa- (Ya Dewi Durga hamba mohon obat sakit gila, siapa yang menyakiti itu akan terbakar, paduka jangan ragu-ragu, karena itu pemberitahuan yang ampuh seperkataanku)
[14b]   -ra siddhi saujarku , tutuhkan. Obat, gila suka berkeliaran, sarana, sasawi, kamarunggi, trikatuka , mantra, ong asta asta hala-hala, arwgangna widi swaha, aha astu (Ya asta-asta dan segala penyakit, kumohon pada Tuhan untuk penyembuhan). Obat, gila suka bercanda (tertawa), sarana, kasturi, biji kamarunggi , liligundi, daun intaran, trikatuka , mantra, ong ena enala nama swaha, puhakna (Ya ena-enala, hancurkanlah). Obat, gila, lupa diri buang air dan kencing, diborehkan, sarana, sulasih, myana hitam, papare, mamah, tutuhkan. Obat, gila yang sudah lama, sarana, sigugu hitam, kumring wruk, didiamkan semalam, besok ditutuhkan.
[15a]   Obat, gila sering tidur, sarana, tuak warahan, tutuhkan. Obat, gila, ada tanda tertentu pada tubuhnya, sarana, sasawi, kamarunggi, adas, trikatuka , mantra, ong astu hala-hala, sarwwa graha widi swaha (Ya selamatlah dari segala penyakit, segala yang diterima dapat menyembuhkan). Obat, gila suka bercanda, sarana, biji kamarunggi, liligundi, daun intaran, trikatuka , mantra, ong age-age ati-ati, sarwwa yuwadi bhasa swaha (Ya anjing tanah berpikir, segala yang muda dan lain-lain) . Obat, gila, suka menyanyi, sarana, kajanti, daringon (simbukan), bawang merah, merica, bangle , lempuyang, jahe, temu hitam, rempah-rempah (isinrong), air yang berasal dari lubang pohon (we tuli), tutuhkan, mantrakan. Obat, gila, sarana, lempuyang, daringon (simbukan), bawang merah, tutuhkan, mantra, ong sang bhaga pu (Ya Sang Bhagapurusa, beliau yang menyakiti Bhagapurusa, aku tahu asalmu dahulu, sebagai kanan Sanghyang Raditya, kiri Sanghyang Ratih, byar terang-benderang,3x)
[15b]   rusa, sira sanganglarani bhaga purusa, sira amaras, wruh aku mulanta nguni, makatngen sanghyang raditya, maka kiwa sanghyang ratih, kadi pangadangane sanghyang raditya, mangcana padang mataning hulun, byang cliring, 3x. Demikian mantranya, rajahkan pada lengkuas seperti ini, vagina bersama dengan penis. Obat, gila, bercampur penyakit ayan (sawan), sarana, bunga kalelengan, ambil jangan diremas, tutuhkan, sembuh karenanya. Obat, gila, kencing, sarana, daun widuri, ggaritan, dilumatkan semua, airnya diminum, tutuhkan, dan lulurkan setiap saat. Obat, gila, tanpa busana, sarana, daun.
[16a]   sasawi, 3 lembar, daun kamarunggi, kamaligi yang kuncup, tutuhkan. Obat, gila, perut kadang-kadang bengkak, sarana, akar liligundi, bratawali, mantra, atutur ya namah swaha (bercerita ya keselamatan), tutuhkan. Obat, gila, suka tidur, sarana, daun sirih yang uratnya sama-sama ketemu, 7 lembar, rajah sangkan paran , minum, tutuhkan. Obat, gila senantiasa menangis siang malam, sarana, kelapa muda hijau, kameri laki dan muda, adas, minum, boleh juga ditutuhkan, sembuh karenanya. Obat, gila, pada tubuhnya terdapat tanda tertentu, sarana, daun sirih yang uratnya sama-sama ketemu, rajahkan wajah si sakit, sangga langit (mega mendung), dilumatkan, tutuhkan, sembuh karenanya. Obat, gila, menyebut nama orang, sarana, santan
[16b]   kelapa hijau, santan kemiri, adas, tutuhkan. Obat gila menahun (lama), sarana, lempuyang, dirajah tunggang mnong, dukut sewu, ambil airnya, mantra, ong bhatari durgga ingsun anjaluk tamba edan same ta kanglaran iku pun anu, ah walanghati apan iku waras siddha saujarku (Ya Dewi Durga hamba mohon obat sakit gila bersama yang menyakitinya, ah tenang karena itu akan sembuh  seperti perkataanku). Obat, gila, sarana, empedu babi, belerang, digosokkan pada tembaga, tutuhkan. Lagi, sarana, garam, asam, mantra, sanghyang kala dora kala, apan aku kala (Sanghyang Kala dora Kala, karena aku Kala), dilulurkan. Obat, gila, sarana, daun jenggi , 7 lembar, bawang merah, airnya air kencing anak kecil, tutuhkan. Lagi, tutuhkan-
[17a]   pada si sakit gila, sarana, daun myana hitam, kesuna (dasun) sebiji, daringon (simbukan), semua dirajah bajra moksala , sesudah dirajah, digerus semua, mantra, ong kaki citra gotra, kaki panarikan, ingsun anjaluk supuhana si anu, hana si pupuh edan branta napnap, us, myana cmeng, bawang ptak tunggal, daringon, paleburana rare, dasamalane siyanu, trimaya, kaki tungtung bhuwana, wastu hilang, ong ong nama swaha (Ya kaki Citra Gotra dan Penyarikan, hamba mohon kesembuhannya si anu, sakit gila dengan ciri tidak pernah tenang, sembuhkanlah sakitnya si anu). Setelah dimantrai, ditutuhkan pada hidung si sakit. Obat, sakit telinga, sarana, daun sigugu, lengkuas (kapur), air bersih, ditutuhkan pada telinganya. Lagi, sarana, daun sulasih, burat manis, garam
[17b]   sedikit, berikut air bersih, teteskan di telinga. Ada lagi ramuan daun bayam luhur dan adas dipakai obat tetes telinga. Atau daun kamarunggi , kunyit, garam, minyak kelapa, setelah dimasak dipakai obat tetes telinga. Untuk ketulian yang parah, gunakan trikatuka , dipipis, ditetesi minyak kelapa, digoreng pakai kerang, kemudian teteskan ke telinga. Untuk tuli yang memproduksi cairan busuk (curek), ambil daun sirih lanang, panggang sampai setengah lunak, kemudian peras untuk menetesi telinga. Kalau mata meradang, berikan darah badak dan empedu kijang, teteskan di mata. Untuk mata gatal, berikan kulit kepundung putih berikut daunnya, garam, asam, teteskan di mata. Obat mata belok
[18a]   bertahi, pakai jeruk purut dipanggang, berikut empedu dari ayam berbulu merah, teteskan. Untuk mata dengan bercak-bercak putih pada bagian hitamnya, berikan temu kunyit yang diberi rajahan bulan matahari kemudian digerus. Untuk mata yang rabun karena kena tuju rambat , berikan daun kayu dleg, sulanjana, adas , air susu ibu, air dari lubang pohon, kemudian bacakan mantra: ong aja kola nata kola (Ya, jangan hamba tunduk). Untuk mata yang kena tuju , teteskan tiap malam sebelum tidur. Obat untuk mata terbelalak ialah kemiri jentung, asam, air susu ibu, garam butiran, untuk menetesi mata. Untuk mata katarak gunakan buah pti , buah pinang yang muda, dilayukan dalam abu panas, airnya teteskan di mata. Untuk mata katarak karena kena rematik, pakai buah samanjahi , yang muda,
[18b]   berikut kulitnya, daun alang-alang muda, pulasari bali, digerus. Untuk mata yang selalu kantuk, berikan merica, rumput teki, bawang lanang, oleskan pada alis. Pupukkan dari sebelah kanan, pergunakan daun turi, garam, minyak wijen, oleskan. Untuk bisul, gunakan kapokopokan berbulu, air jeruk nipis, trikatuka , minumkan. Untuk kesemutan, berikan kulit pohon kepah, garam butiran, urutkan pada bagian yang sakit. Untuk cedera otot, terkilir, berikan lalari, pelepah dan daun pisang Saba yang sudah kering, daun jarak yang kering, dibakar kemudian digerus dan bubuhkan trikatuka , untuk dibedakkan. Kalau tidak dapat berkeringat, gunakan ramuan dari daun pule, bangle dan trikatuka untuk digosokkan, asalkan di masak dahulu.
[19a]   Obat pusing, berikan kemiri jentung, potong sambil bermantra: sapagelo, yen meh rene patambaning anglempuyeng, den waras (siapa yang gila, jika demikian berikan obat sakit kepala agar sembuh), ucapkan 3 kali, dipupukkan di dahi. Demikian pula ramuan jahe, dirajah seperti ini,______ , daringo, gamongan , dengan mengucap: ong kayalaka kapaluh kaya la ring sma, tanangelu, tendase si anu, siddhi mandi mantranku (Ya, kayalaka singkirkan penyakit itu ke kuburan, agar tidak ada keluhan di kepalanya si anu, ampuhlah mantraku). Dapat juga ramuan gamongan , bawang merah, 3 biji, selembar daun katang-katang , dipipis kemudian pupukkan di dahi sambil membaca mantra, reng lere lengka nakaning socca, lahli waras . Ada lagi, daun ramuan pare ambulungan , bawang merah, temu , kemiri, adas, dipupukkan di dahi. Untuk obat amengka , ramuan daun
[19b]   dadap tis , daun sidaguri , kelapa muda hijau, sesudah di masak, dicampur dengan, sari, lungid, kulit kerbau yang dipanggang, dicampur sebagai obat, diminum. Obat, bengkak, sarana, daun simbukan, sulasih, bangle , buah jeug , digerus sampai halus, dilulurkan pada perut. Obat, bengkak, tidak dapat berak dan kencing, sarana, air lunak rebusan, belerang, air kunyit, santan, minum. Obat, sakit pada badan, daun kayu puring, digosok, dengan air hangat, sebagai airnya, dilulurkan. Obat, lupa, sarana, pulasari, kencur, beras yang dipanggang, digerus lalu dilulurkan. Obat, perut bengkak, sarana, daun timaha, cekweh, genten,
[20a]   dicampur semua, dilumatkan, minum dan lulurkan pada perut. Ini obat tiwang brahma, sarana, daun kelapa muda yang dicincang, trikatuka , sedikit beras, jika sakitnya kaku, matanya mendelik, tiwang bangke, namanya, sarana, kapkap, trikatuka , semburkan. Lagi jika genggaman tangan dan kakinya, tiwang gurittha, namanya, sarana, daun meduri yang kuning, trikatuka , dilulurkan. Jika muntah-muntah, tiwang balabur, namanya, sarana, kapkap yang kuning, 7 lembar, daun jeruk nipis yang sudah jatuh, 7 lembar, trikatuka , mantra, ong ki tiwang balabur, tumbeng baher mantranku (Ya, Ki Tiwang Balabur, tumbanglah oleh keampuhan mantraku), diminum. Ini tumbal tiwang, sarana, batun kapas (batu kapas)campur dengan daun awar -
[20b]   awar, tanam di depan pintu orang yang sakit, mantra, jambe urung, urung tunggal, wurung kabeh, urung pande pti upang aji, pangumik, pangalah, panawang, pangalah tan pasasaput, tan pasasabuk (jambe urung dan urung tunggal, semuanya batal, semua kalah tanpa selimut, dan tanpa sabuk). Dilanjutkan dengan mantra pada waktu menanam, mantra, nini tangar, kaki tangar, kaki kmitana nghulun, da mambahang leyake mai, 3x (Kaki dan Nini Tangar, jagalah hamba, jangan memberi jalan desti itu kemari, 3x). Obat , tiwang babahi, dan tiwang gombeng, sarana cabai yang dipanggang, trikatuka, beras merah, digerus kemudian dilulurkan. Lagi, sarana, kunyit, trikatuka, apuh bubuk (bubuk pamor), digerus dilulurkan. Obat, tiwang ayan diselingi bangun dan tidur, dan mendelik, tiwang tojos, namanya, sarana, daun kampinis, bawang merah, sampai ke akarnya, tutuh hi-
[21a]   -dungnya, diminumkan, sarana, daun intaran, kulit pohon kamanduh, air cuka yang sudah lama, arak, abang kakawa (sarang labah-labah) yang ada di tembok, dimantrai dengan menggunakan mantra tiwang. Jika bangun tidur, tiwang utara, namanya, obat, sarana, serbuk kayu dipan yang dimakan rayap, ati / inti lempuyang, trikatuka , lulurkan pada dadanya. Jika sakitnya pada pusar, tiwang kenul, namanya, obat, sarana, merica, 1, butir, daun samanjai, trikatuka, tempelkan pada pusarnya. Tiwang atau sakit yang datangnya tengah malam, melilit-lilit, tiwang mong, namanya, sarana, kulit pohon bila, kulit buahnya juga dapat dipakai, atap dari daun kelapa yang sudah tua, semua dibakar, trikatuka, dilumatkan, air indubang (ludah merah), diborehkan. Ratu manja-
[21b]   -ya yang sumber penyakitnya (tiwang), menggigil tubuhnya tetapi tidak seperti orang sakit, tiwang linuh, namanya, obat, sarana, umbi paspasan, umbi kasa, batu kambing yang ada di parit, samparwantu, merica, ketumbar, dilumatkan, mantra, idhep wuku aturu, mulih ring dagingku sidhem ya namah swaha (pikiran wuku tidur, kembalilah pada dagingku). Jika panas tubuhnya tetapi tidak sakit dan menggigil, tiwang angin, namanya, obat, segala kayu yang terdapat sarang labah-labah, kulitnya di toktok atau iris, sampah daun yang sudah kering dan menyangkut pada sarang labah-labah, jebuggarum , ginten hitam, dilulurkan, mantra, ah sira, 3x (ah, beliau, 3x), pada
[22a]   nafas tempatnya, mantra, sadpadha angumbang sari sakti, tka lukat rasa ning yeh nyom, 3x, jong (kumbang terbang  menghisap sari kesaktian, datang membersihkan rasanya air dingin, 3x). Jika terasa nek pada hulu hati, dan sesak, tiwang sinduraja , namanya, obat, kerikan batok kelapa, daun tebu, garam yang mengkristal, merica, 7, butir, semburkan, mantra, suksma pada, rasa paddha, ah uh, 3x (gaiblah semua, rasa sama-sama, ah, uh, 3x). Jika sembab atau bengkak dan otot terasa kaku disertai rintihan, tiwang baruwang, namanya, obat, air jeruk nipis, dibuatkan perasannya, mantra, samalahin, ida mayogha hi mahin, tka ngeb, jong, 3x, maraja wanna, kita angakita angaki ngrasa, angakit wisnu, angakit leh, arebi sakti, jong, 3x (samalahin, beliau beryoga, datang dan sembuh, beraja hutan, engkau merakit rasa, Wisnu, leh dan sakti, 3x). Jika perutnya bersuara-suara, tiwang gurittha , namanya, obat, pucuk
[22b]   daun sembung, mban lawang, air jeruk nipis, diminum, pembersihan kotoran (segala penyakit) pada perut, mantra, aja mandilak ikang bwanna ya nama swaha, lukat kawah, lukat atma, jong, 3x, yah (jangan melihat dunia itu, bersihkan kawah, bersihkan manusia, 3x). Berjalan melilit-lilit pada perut, tiwang rakata , namanya, obat, abu dapur (bungan awon), merica, digerus, air cuka, mantra, idpaku puspata wang, mulih kita ring batu macpak, ah uh, mnong, jong (pikiranku bernama manusia, pulanglah engkau ke batu macpak, ah, uh, diam), dilulurkan. Jika kaku terasa menusuk-tusuk, berjalan / berputar, tiwang sinduraja, namanya, obat, jruju trikatuka, mantra, ong atma jilihah, tka keret, jong, 3x (Ya, atma jililah, datang ikat dengan kuat, jong, 3x), urapkan, Obat untuk segala penyakit tuju. Gatal tubuhnya seperti bulenan (pada kulit muncul lingkaran putih dan tebal), terkena raja panulah (kutukan), obat, bangle , cabai-
[23a]   plirut, tampuyak, dedak, mantra, ong jula julita, aja nglaranin, gilahin, tka luwar, 3x (Ya, Jula Julita, jangan menyakiti, pergi dan enyahlah), digerus lalu diborehkan. Mandi dengan air hangat, campurannya daun tingulun, lebur semua sampai bekas-bekasnya, mantra, sari gtih urip, sari atma urip, jong, 3x (sari darah hidup, sari atma hidup, jong, 3x). Jika bernafas sakit ditusuk-tusuk tubuhnya, tiwang ketket, namanya, obat, kulit pohon bangyang, ketumbar, bawang, semburkan. Merintih-rintih (kriyak-kriyok) perutnya, tiwang balabur, namanya, obat, jahe pahit, 3, irisan, semburkan. Sesak nafas, jika ingat, tiwang brare, namanya, kulit pohon kelor, masuwi, lengkuas, 3, irisan, diborehkan. Hulu-
[23b]   hati terasa bengkak, tidak sadarkan diri, tiwang angin, namanya, obat, cabai plirut, bangle , kunyit warangan , semburkan. Jika merah badannya, matanya kuning, tiwang brahma, namanya, obat, sarana, kulit pohon kamboja, jahe, 3, iris, semburkan. Jika tubuhnya panas dan keringatnya bercucuran, perut melilit, sering meminum air, tiwang ghni, namanya, obat, kulit pohon nangka, trikatuka , semburkan. Jika perutnya sembab atau bengkak, hulu hati terasa sesak dan tidak ingatkan diri, tiwang bahi, namanya, sarana, kulit pohon buu, garam disangrai, semburkan. Menusuk-tusuk tubuhnya, tiwang lele, namanya, obat, sarana, kulit -
[24a]   -t pohon tingulun, lengkuas kapur, kunyit, masing-masing , 3 iris, kemudian semburkan. Jika bengkak atau sembab perutnya, hulu hati terasa sesak dan tidak ingatkan diri, tiwang bawi, namanya, obat, sarana, kulit pohon buu, garam yang disangrai, semburkan. Jika berputar / berjalan-jalan dan terasa sesak, tiwang tikus, namanya, obat, sarana, trikatuka , semburkan. Jika berdenyut-denyut tubuhnya, tiwang asu, namanya, obat, sarana, kulit pohon aa, ketan hitam, beras merah, semburkan. Jika terasa gatal tubuhnya, tiwang jawat, namanya, obat, sarana, kulit pohon kenanga, tunas pohon waru, 7, pucuk, semburkan. Panas tubuhnya menggigit-gigit, dan menusuk-tusuk, tuju ghni, namanya, obat, sarana, kulit-
[24b]   -t jeruk, kulit pohon jambu air putih, bawang, semburkan. Jika tubuh panas semuanya, tuju gumi, namanya, obat, sarana, akar kembang sepatu putih, akar ikuh lutung putih, kencur, adas, semburkan. Obat, leher terasa kaku, sarana, akar dausa, akar bekul, akar gangyang, trikatuka , dilulurkan. Obat, pinggang terasa kaku, sarana, kunyit warangan , jebuggarum , dilulurkan. Lagi, sarana, lempuyang, pulasari, dilulurkan. Obat, perut kembung dan panas, jampi wisya penyakitnya, sarana, pancarsona, hati lengkuas, kencur, gula, santan kental, isinrong secukupnya, air temu , diminum, kemudian dilulurkan.
[25a]   jika perut membengkak kaku, obat, sarana, daun kemenir, kerikan abu mamah Pon (Bali : mulut dapur tempat memasak), cabai, bangle , air indubang (ludah merah), mantra, kbelang- kbeling, mamukaling-mamukaling, buh balada, lampah tamba, tka surud, tka, singgah, mandi akal kita, ah, 3x (Kbelang kbeling, manukaling, sakit perut membesar, perjalanan obet hancurkanlah dan sembuhlah, 3x). Obat, Bengkak di dalam perut, ludah terus keluar tiada henti, sarana, temu tis , daun pancarsona, ginten , jika diinginkan yang hangat, perbanyak ginten nya, untuk mendapatkan yang dingin, kurangi ginten nya, diminum. Obat, tubuh terasa panas, sarana, daun dausa kling , air arak, dilulurkan. Lagi, sarana, daun kayu puring, air kunyit,
[25b]   ditambahkan asam, cuka yang sudah lama, dilulurkan. Obat, tubuh terasa panas, sarana, daun sembung, kelapa yang dibakar, digerus sampai halus, lulurkan. Obat panas dingin, sarana, lempuyang, minyak kelapa, digerus lalu dilulurkan. Lagi, sarana, jebuggarum , air ketan gajih , dilulurkan. Obat, tubuh terasa panas, sarana, buah sirih, beras merah, digerus lalu dilulurkan. Obat panas demam, sarana, kelapa, adas, jeruk nipis, dilumatkan. Obat panas dalam, sarana, lempuyang, kemiri, bawang, adas, digerus diperas dan rebus hasil lumatannya. Obat, tidak dapat keluar keringat, sarana, daun pule , trikatuka , santan kental, rebus,
[26a]   dilumatkan. Obat, panas pusing, sarana, paspasan, padang lepas, lunak hasil rebusan, adas, rebus, lulurkan. Obat, bingung, tidak dapat tidur, seperti kepanasan, sarana, pule , bawang, adas, air jeruk nipis, diminum. Obat, panas kebingungan, sarana, kayu tulak , kayu sangka , dausa kling , cendana, air limau, lulurkan. Obat, terasa panas dalam perut, sarana, daun kemenir, paspasan, adas, sari, rebus, lumatkan, juga dapat disemburkan. Obat, panas di dalam perut, sarana, daun sidaguri, dicampur dengan santan, diminum. Lagi, sarana, semanggi gunung, adas, ditambah santan,
[26b]   diminum. Lagi, sarana, tambo kutuh, tombong / mumbang kelapa, dibakar, ketan gajih , bawang dibakar, tutuhkan pada hidungnya. Obat, dingin berkepanjangan tidak kunjung sembuh, sarana, ginten , sebanyak, 5, asam hasil rebusan, terasi merah, garam, cuka yang sudah lama, diminum dengan memakai batok kelapa hitam. Obat, menggigil, tidak mampu untuk makan, sarana, kerikan pohon dadap, pancarsona, tunas pohon pule , ditum dan dikukus, bawang dibakar, airnya rendaman / gosokan beras, diminum. Obat, jampi wangke, sakit yang terdapat pada bibir, pada lidah, sembelit, sarana, daun dadap, daun kendal, kulit pohon turi merah, sulasih yang harum, ditum dan dikukus, campurannya gegambiran muda, adas,
[27a]   pulasari, sari lungid, bawang yang dibakar, diminum. Obat, jampi agung, sakitnya membengkak, pada perut kaku, di hulu hati terasa perih, lagi nek, batuk tiada putus, dan kering, sarana, akar kutat kedis, akar kelapa hijau yang masih muda, dikerik, dicampur dengan garam, bawang yang dipanggang, kulit kerbau, dicuci hingga bersih, perasannya diendapkan, minum. Semburkan pada perut, dan hulu hati, sarana, kulit pohon pule yang tebal, kelapa yang dibakar, temu tis , ketumbar, babolong. Obat, sabaha bengka (panas dalam bengkak) dan kemerahan (warang), sarana, daun kemenir, semanggi gunung, kulit pohon pule , air ketan gajih , isinya semua diremas, minum. Obat,
[27b]   jampi amengka (membengkak), sarana, buah delima, daun simbukan hitam, diremas, airnya arak, diminum. Obat, sakit perut, sarana, air gosokan cendana, kemiri, bawang yang dibakar, di minum. Lagi, sarana, jebuggarum, cendana, ketan gajih , perasannya diminum. Obat, arak secukupnya, madu secukupnya, cuka secukupnya, diminum setiap hari, orang yang sakit perut sembuh karenanya. Obat, pamali, sakit melilit, pada perut, pada hati, tubuh seperti ditusuk-tusuk tiada tahan, sarana, air gosokan cendana, kemiri, bawang yang dipanggang, diminum. Lagi, sarana, jebuggarum , trikatuka, dihaturkan pada (sendi) atau telapak kaki -
[28a]   lumbung, menghadap ke timur laut, sembur (usir) penyakit olehnya. Lagi, daun kasiden, jatuhan daun dadap, lengkuas, kunyit, kemiri, bawang, rempah-rempah lengkap (isinrong genap), semburkan pada tempat si sakit. Lagi, jatuhan daun dadap, lempuyang, kunyit, kemiri, bawang, semburkan. Jika sesak hatinya pada bagian atas, budeng ta temu tersebut , obat, sarana, air temu , merica, 21, butir, peras. Jika masih terasa sakit, perasan Bangli, ginten , minum. Obat, hati nek, tidak dapat duduk, dan punggungnya sakit, budeng kalingsih, namanya, obat, sarana, daun kadal, dibakar, musi sejumput, banyak juga bisa, perasannya diminum. Lulurannya, daun myana hitam, adas,
[28b]   kemiri. Obat kepala pusing (puruh), sarana, jahe, rajah seperti ini,________ bawang rajah seperti ini,________ mantra, ong bhatara I luh a yoga ngadeging panonku, tka sanak, rep siddha mantranku (Ya, Bhatara I Luh beryoga berdiri mataku, ampuhlah mantraku). Inilah tanda-tanda tentang penyakit, di antaranya, jika nafas hampir meninggalkan raga, upas tahunan menyakiti, sarana, buah jeruk, gula, isinrong (rempah-rempah), dilumat, airnya diminum. Jika kukunya (tampak) kuning, krikan gangsa, (sumber) penyakitnya, sarana, air kencing bebek, kunyit warangan , di minum. Jika matanya kuning kemerah-merahan, upas dewek yang menyakiti, sarana, kulit mangga hijau, asam yang direbus, air bayam puring, diminum.
[29a]   Jika mata kukunya tampak kemerahan, upas hyang yang menyakiti, sarana, akar paku nasi, adas, bawang yang dipanggang, diminum. Mata merah, seakan hendak keluar, senantiasa gelisah, pelipis mata bagai ditusuk, kuku (tampak) biru, racun yang menyebabkan, hendaknya diobati. Gigi goyah dan gatal, itu terkena racun warangan , dikumur dengan air hangat, menggigil kedinginan, dan batuk yang terus menerus, terkena reratus (campuran racun), sarana, daun kembang sepatu putih termasuk akar, dan kulitnya, diminum, dimantrai dengan mantra penawar, borehnya daun ketepeng, ditetesi boreh dahuti, kasisat putih, sari -
[29b]   kuning, klembak, kasturi, teteskan, jika pergelangan tangannya terasa gemetar, itu terkena cetik (racun), teteskan, hendaknya di obati. Jika terkena cetik (racun) upasmat , sarana, cendana digosokkan pada dulang, tahi nlati (sari-sari tanah), kulit pohon bengkel, kulit pohon kendal, semua dipanggang tanpa dibalik, dilumatkan, air saringan airnya, diminum, mantra, ong hayu gumi, kewu hana janma manusa, teja bhumi hana teja manusa, bhatara hana manusa, amlaku kasakten, siddhya mandi mantranku (Ya, damailah bumi, ada manusia, sinar bumi dan sinar manusia, Bhatara, ada manusia menggelar kesaktian, ampuhlah mantraku), Obat tidak bisa kencing, sarana, air beras, isinrong gegambiran, minum, berhasil lancar karenanya.
[30a]   Obat, tidak dapat berak dan kencing, tai buritan, namanya, sarana, kapkap, pulasari, bawang adas, garam, semburkan pada bagian bawah pusarnya. Sebagai lulurannya pada bagian bawah punggung, sarana, akar pohon canging, akar jaruju, pulasari, bawang adas. Sebagai minumannya, sarana, minyak kelapa, secukupnya, air jeruk nipis, secukupnya, air garam laut, minum. Lagi, sarana, kulit pohon kemiri, air cuka, diminum. Obat, tidak dapat berak, sarana, daun jarak muda, diremas, asam, santan, bawang yang digoreng dengan lemak babi, minum. Obat, bengkak-bengkak (bteg), kunyit warangan yang sudah tua, kulit pohon canigara, kulit pohon tingulun, diurapkan. I-
[30b]   -ni tanda-tanda orang meninggal, jika kulit orang yang sakit tampak keriput, kemudian terasa putus-putus, masih seperti tadi keriput kulitnya, orang tersebut dapat dikatakan mati. Lagi jika ditekan kukunya pada kuku (yang memeriksa) setelah ditekan, jika tiada tanda kemerahan, orang tersebut dikatakan mati. Obat, tubuh terasa panas, sarana, kapkap gantung, cincang supaya halus, diremas dengan garam dapur, setelah diremas, ditambahkan lengkuas yang dikikir, lempuyang yang dikikir sama dengan lengkuas, ketumbar, babolong, di aduk dengan air cendana, bekas gosokan, kemudian dikukus, setelah masak, disemburkan semua. Pada setiap bagian tubuh, sarana, kulit nagasari, kencur, pulasari. Obat, anak__ yang badan-
[31a]   -nya panas, sarana, daun gentawas, diremas dengan garam, di campur dengan kelapa yang dikikir, dipepes, setelah matang, semburkan pada seluruh badan. Obat, memecahkan dan perut yang bengkak, sarana, mengkudu yang mentah, rempah-rempah lengkap (isinrong jangkep), limbah air garam, direbus, setelah matang, diminumkan. Sebagai obat menempelkan pada hulu hati dan pada perut yang membengkak, sarana, wong / jamur kilas clagi, berisi asam yang direbus, rempah-rempah (isinrong wayah), dicampur dengan santan kental, dialasi dengan daun mengkudu, di rajah garuda, tempelkan. Obat, segala tilas (penyakit kulit), daun kangkang yuyu, buah peron, tawas, rempah-rempah (isinrong wayah), minyak kelapa, itu digunakan dan digo-
[31b]   -reng, setelah masak, dioleskan. Lagi sebagai sarana membersihkan, sarana, lengkuas atenggek manuk, daun dadap, digerus, ambil perasannya, dipakai untuk membersihkan. Lagi sebagai penekan dengan halus berkali-kali, sarana, buah kelapa muda diambil bersama dengan serabutnya, dibakar, sesudah dirasa hangat ditekan-tekan dengan halus. Obat, penawar luka perut di dalam, sarana, lengkuas, cendana, sama-sama digosok, dibuatkan air seduhan, sesudah mendidih airnya, seperempat, dengan setengah perempat, air gosokan cendana, gosokan lengkuas, disendok tiga kali, minum. Obat, sakit men-
[32a]   mendadak, muntah berak, dan keras, upas bengang yang menyakiti, sarana, akar pohon jambu air, akar padang blulang, beras merah, ketan gajih , bawang yang dibakar, digerus, diperas disaring, diminumkan. Haji montong, sarana, daun ambulu , daun karuk , merica, digerus sampai halus, gosokan air ketumbar, ditambahkan madu, dioleskan/ diurapkan pada penis, sebisanya, pantangannya tidak bersenggama dengan istri, 3, hari. Memperbesar penis, sarana, pijer cihna, damar sela, digerus, dicampur madu, minum menghadap ke timur, dapat panjang karenanya. Obat supaya kuat (panglanang), bubur ketan gajih , air tuak manis, dibubuhi merica,
[32b]    manjur. Obat, rahasia (kemaluan), sarana, limau purut, digerus, dilulurkan pada tempat rahasia (kemaluan). Ini merapatkan vagina, sarana, gajihing tikus, gajihing dadali, sama-sama takarannya, dilulurkan / diurutkan pada vaginanya, kembali muda / rapat karenanya. Lagi, sarana, minyak uduking kacapa, minyak uduking tikus, sama-sama takarannya, diurutkan pada vagina setiap hari. Lagi, sarana, kulit gintungan, air kunyit, merica, pala, madu, kalupa, getah angsana, dilumatkan, diminum. Lagi, sarana, lengkuas, kapur (lengkuas) , limau purut, diborehkan pada vagina, senantiasa terasa (bergairah) olehnya. Lagi, sarana, lawos- [33a]   -s, Lempuyang, air kunyit, ketumbar, sari-sari kembang sepatu__ (lungid), digerus, di lulurkan pada vagina. Obat keputihan, sarana, kamubugan, bersama dengan akar kulit dan daun, daringo (simbukan), jasu merah satu, garam dapur, minum menghadap ke timur. Obat, bersenggama dengan perempuan, sarana, bubur ketan gajih , sesudah masak, dibubuhi merica, 21, butir, telur ayam mentah yang baru, 1, dicampur dengan santan, kelapa hijau, dimakan. Supaya kuat, sarana, maja kling pala, lungid (sari-sari kembang sepatu) jeruk purut, daun cungor, digerus semua, ditambahkan minyak, dioleskan / dilulurkan pada penis, lama beraksinya. Meningkatkan gairah sex, sarana, bunga jaruju, jasun putih sebiji,
[33b]   dilumatkan. Menghidupkan gairah sex, kelapa muda hijau, yang dikikir, dipanggang, dibakar, sebuah tempat, setelah dipanggang / rebus, dicampur dengan madu, bisa dimakan. Selesai disalin, oleh Ida Bagus Ktut Gdhe Engkeg, berasal dari Grya Tandeg Batur Rening, Prabekelan Mambal, Distrik Abiansemal, pada hari, coma, Pon, wuku Ugu, titi (tanggal) , panglong (tilem / purwani) hari ke 14, bulan, ke Empat, I Saka Warsa, 1883, tahun Masehi, 1961.
[34a] 
[34b]     [End]
 
Back | Top
Text Only: Kawi | Indonesian | English
Home | Readme | Table of Contents | Lontar Pages
 
© Visualized by Yayasan Bali Galang 2003. All rights reserved.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda